Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

30/03/2015

Posted by Unknown | File under : ,
Ini adalah teks eksplanasi yang saya buat sendiri yang menyangkut fenomena sosial yang sering terjadi di masyarakat.

Pekerja Dibawah Umur
     

     Pekerja adalah setiap orang yang bekerja dengan tujuan untuk menerima upah atau mendapat imbalan lainnya. Anak kecil dapat diartikan sebagai manusia yang masih kecil atau seseorang yang belum mencapai usia puber atau remaja. Maka dapat disimpulkan bahwa arti dari pekerja dibawah umur yaitu, setiap orang yang bekerja dengan tujuan untuk menerima upah atau imbalan lainnya tetapi yang melakukan pekerjaan itu adalah seorang anak yang belum cukup umur untuk melakukannya.

     Pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang yang masih dibawah umur dapat terjadi karena adanya kepentingan yang mendesak bagi dirinya, agar ia bisa mendapatkan hasil tersebut. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang yang masih dibawah umur melakukan pekerjaan yang seharusnya tidak ia kerjakan oleh anak seusianya, diantaranya faktor ekonomi yang dialami keluarganya, dan dari faktor lingkungan sekitarnya. Faktor ekonomi keluarganya dapat mendorong anak kecil itu untuk melakukan pekerjaan yang berat demi membantu perekonomian keluarganya yang sulit, meskipun orang tuanya tidak rela apabila anaknya harus melakukan itu, dan mungkin saja anak kecil itu mau melakukan pekerjaan yang berat karena salah satu atau kedua orang tuanya sudah tiada. Faktor lingkungan sekitar juga bisa mendorong seorang anak kecil untuk melakukan pekerjaan yang berat, anak kecil cenderung mengikuti apa yang dilihatnya karena ia masih belum bisa berfikir secara baik, maka ia cenderung mengikuti begitu saja. Ajakan dari seorang teman juga bisa membuat seorang anak kecil melakukan pekerjaan yang berat.

     Akibat yang ditimbulkan dari fenomena ini tentunya banyak dari masyarakat yang merasa iba apabila melihat seorang anak kecil harus turun ke jalan untuk mendapatkan uang. Seharusnya pengawasan orang tua harus lebih dominan agar anaknya tidak terjerumus ke dalam fenomena sosial ini. Anak-anak kecil diusianya harusnya masih bisa untuk fokus untuk belajar agar masa depannya nanti menjadi tertata, dan dapat membantu perekonomian keluarganya dengan tidak harus mencari uang saat anak-anak.

17/02/2015

Posted by Unknown | File under : ,
  Apakah itu teks eksplanasi? Teks Eksplanasi yaitu teks yang menjelaskan tentang proses terjadinya sesuatu atau terbentuknya suatu fenomena alam atau sosial. Pada teks eksplanasi, sebuah peristiwa timbul karena ada peristiwa lain sebelumnya dan peristiwa tersebut mengakibatkan peristiwa yang lain lagi sesudahnya.
  Teks eksplanasi disusun dengan struktur yang terdiri atas bagian-bagian yang memperlihatkan pernyataan umum (pembukaan), deret penjelas (isi), dan interpretasi/penutup (tidak wajib ada).
  Bagian pernyataan umum berisi informasi singkat tentang apa yang dibicarakan. Bagian deret penjelas berisi urutan uraian atau penjelasan tentang peristiwa yang terjadi. Sementara itu, bagian interpretasi berisi pendapat singkat penulis tentang peristiwa yang terjadi, bagian ini merupakan penutup teks eksplanasi yang boleh ada atau tidak ada.

Berikut adalah ciri-ciri dari struktur teks eksplanasi:

A. Pernyataan Umum (Pembukaan)
  1. Berisi satu statemen umum tentang suatu topik, yang akan dijelaskan proses keberadaannya, proses terjadinya, proses keberadaannya, proses terjadinya, proses terbentuknya, dsb.
  2. Harus bersifat ringkas, menarik, dan jelas, yang mampu membangkitkan minat pembaca untuk membaca detailnya.
B. Deret Penjelas (isi)
  1. Berisikan tentang detail penjelasan proses keberadaan, proses terjadinya.
  2. Sangat relatif untuk menjawab pertanyaan ‘bagaimana’, yang jawabannya berupa statemen atau yang jawabannya berupa pernyataan.
  3. Dimungkinkan mengingat proses perlu dijelaskan bertahap, pertama, kedua, ketiga, dsb. atau pertama, berikutnya, terakhir.
C. Penutup/Interpretasi
Berisikan kesimpulan atau pernyataan tentang topik/proses yang dijelaskan.
Ciri ciri Teks Eksplanasi
Ciri bahasa teks eksplanasi adalah sebagai berikut.
  1. Fokus pada hal umum (generic), bukan partisipan manusia (nonhuman participants), misalnya gempa bumi, banjir, hujan, dan udara.
  2. Dimungkinkan menggunakan istilah ilmiah
  3. Menggunakan konjungsi waktu atau klausal, misalnya jika, bila, sehingga, sebelum, pertama dan kemudian.
  4. Bahasanya ringkas menarik dan jelas
Contoh teks eksplanasi, seperti proses terjadinya empa bumi, gerhana bulan, proses terjadinya hujan, proses terjadinya polusi tanah, proses rusaknya paru-paru karena asap rokok, dan sebagainya.

20/12/2014

Posted by Unknown | File under : ,
Assalammualaikum udah lumayan lama saya nggak nge-pos di blog nih. Sekarang saya ingin membagikan pantun yang sudah saya buat sendiri, awalnya sih dari tugas sekolah pelajaran Bahasa Indonesia. Sebenarnya buat pantun itu gampang asal ada kemauan untuk berfikir, jangan taunya pantun masak aer biar mateng doang. Posting kali ini kayanya pas banget buat yang lagi ada tugas bikin pantun.

 Pantun Agama:

Paling tinggi diatas menara
Pasti banyak angin diatasnya
     Hidup didunia hanya sementara
     Di akhirat kita selamanya

Kura-kura jalannya lama
Karena bawa tempurungnya
     Rukun Islam ada lima
     Yang kelima apa namanya?

Main monopoli memakai dadu
Dadu dilempar keluar angkanya
    Kalau kita rajin berwudhu
    InsyaAllah cerah wajahnya

Hari ini cuacanya cerah
Paling enak makan es buah
     Kalau kita shalat berjamaah
     InsyaAllah pahalanya berlimpah

Minta ini tidak boleh
Minta itu pun sama juga
     Rajinlah beramal saleh
     InsyaAllah masuk surga

Jadi orang jangan putus asa
Kalau susah harus bertanya
     Hari ini disunahkan berpuasa
     Puasa senin kamis itu namanya

Ada orang namanya Pak Karta
Setiap hari memancing ikan
     Kalau kita punya banyak harta
     Jangan lupa untuk diamalkan

Gimana itu bahasa jawanya "pripun"
Berani bahasa jawanya "wani"
     Habis shalat jangan lupa minta ampun
     InsyaAllah dosanya diampuni


Pantun Pendidikan:

Bang Jali punya pohon kelapa
Kelapanya hanya ada lima
     Tidak peduli orang berkata apa
     Yang penting pendidikan harus utama

Gubernur Jateng namanya Pak Ganjar
Paling suka membaca cerita
     Jangan pernah berhenti belajar
     Untuk meraih cita-cita

Pergi ke pasar membeli kain
Pulangnya meminum jamu
     Di sekolah bukan untuk bermain
     Tetapi untuk menuntut ilmu

Pergi berlibur ke pantai Kuta
Di sana melihat kupu-kupu
     Lebih baik miskin harta
     Daripada miskin ilmu

Pantun Kebudayaan:

Di pinggir rawa ada buaya
Buayanya sedang terluka
     Di Indonesia banyak budaya
     Bersatu dalam Bhineka Tunggal Ika

Tukang jahit namanya Pak Jaya
Paling suka menjahit kain
     Kita harus lestarikan budaya
     Jangan sampai diklaim negara lain

Mungkin hanya itu dulu yang bisa saya posting, bagi ada yang ingin buat pantun gampang kok yang penting mau berfikir. Membuat pantun bisa dari lingkungan sekitar juga, jadi selamat membuat pantun sendiri.

21/11/2014

Posted by Unknown | File under : ,
Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokohplottemabahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang.

Cerita pendek cenderung kurang kompleks dibandingkan dengan novel. Cerita pendek biasanya memusatkan perhatian pada satu kejadian, mempunyai satu plot, setting yang tunggal, jumlah tokoh yang terbatas, mencakup jangka waktu yang singkat. Cerpen mempunyai 2 unsur yaitu:

Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun karya itu sendiri. Unsur–unsur intrinsik cerpen mencakup:
  • Tema adalah ide pokok sebuah cerita, yang diyakini dan dijadikan sumber cerita.
  • Latar(setting) adalah tempat, waktu , suasana yang terdapat dalam cerita. Sebuah cerita harus jelas dimana berlangsungnya, kapan terjadi dan suasana serta keadaan ketika cerita berlangsung.
  • Alur (plot) adalah susunan peristiwa atau kejadian yang membentuk sebuah cerita.
Alur dibagi menjadi 3 yaitu:
  1. Alur maju adalah rangkaian peristiwa yang urutannya sesuai dengan urutan waktu kejadian atau cerita yang bergerak ke depan terus.
  2. Alur mundur adalah rangkaian peristiwa yang susunannya tidak sesuai dengan urutan waktu kejadian atau cerita yang bergerak mundur (flashback).
  3. Alur campuran adalah campuran antara alur maju dan alur mundur.
Alur meliputi beberapa tahap:
  1. Pengantar: bagian cerita berupa lukisan , waktu, tempat atau kejadian yang merupakan awal cerita.
  2. Penampilan masalah: bagian yang menceritakan masalah yang dihadapi pelaku cerita.
  3. Puncak ketegangan / klimaks : masalah dalam cerita sudah sangat gawat, konflik telah memuncak.
  4. Ketegangan menurun / antiklimaks : masalah telah berangsur–angsur dapat diatasi dan kekhawatiran mulai hilang.
  5. Penyelesaian / resolusi : masalah telah dapat diatasi atau diselesaikan.
  • Perwatakan
Menggambarkan watak atau karakter seseorang tokoh yang dapat dilihat dari tiga segi yaitu melalui:
  1. Dialog tokoh
  2. Penjelasan tokoh
  3. Penggambaran fisik tokoh
  • Tokoh
Tokoh adalah orang orang yang diceritakan dalam cerita dan banyak mengambil peran dalam cerita. tokoh dibagi menjadi 3, yaitu:
  1. Tokoh Protagonis : tokoh utama pada cerita
  2. Tokoh Antagonis : tokoh penentang atau lawan dari tokoh utama
  3. Tokoh Tritagonis : penengah dari tokoh utama dan tokoh lawan
  • Nilai (amanat) adalah pesan atau nasihat yang ingin disampaikan pengarang melalui cerita.

Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra, tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra. Unsur ekstrinsik meliputi:
  • Nilai-nilai dalam cerita (agama, budaya, politik, ekonomi)
  • Latar belakang kehidupan pengarang
  • Situasi sosial ketika cerita itu diciptakan

Setelah Mengetahui Apa itu cerpen, selanjutnya akan saya posting cara menulis cerpen. Karena apabila ingin bisa menulis cerpen yang bagus, maka harus baca ini dulu :D
Posted by Unknown | File under : ,
Setelah membaca 'Apa sih cerpen?', kini saatnya kita mencoba menulis cerpen dengan pengetahuan yang sudah kita dapat di postingan sebelumnya. Dibalik sebuah cerpen, pasti ada rahasia teknik menulis cerpen yang melatar belakangi proses penciptaannya.
Baca Cerpen Yang Sama 2 Kali
Apabila ingin menulis sebuah cerpen, tentu sebelumnya kita harus sudah pernah membaca cerpen. Untuk mendapat hasil yang bagus saat menulis cerpen, sebenarnya triknya sederhana yaitu bacalah sebuah cerpen yang sama minimal 2 kali, agar kita dapat mendalami sebuah cerpen itu.
Membaca pertama sebagai pembaca. Cerpen bisa memberi hiburan, melemaskan syaraf, mengasah kepekaan, menajamkan otak.
Membaca kedua saya lakukan dalam posisi sebagai penulis.
Bila saya tertarik membacanya, hampir pasti saya pun tertarik untuk bisa menulis cerpen seperti itu. Saya menelusuri kembali kata demi kata, kalimat, paragraf, dalam cerpen bersangkutan, mencoba menemukan keberadaan pola-pola tertentu yang menyusun struktur ceritanya.
Berikut beberapa Cara Menulis Cerpen.
1. Menulis Paragraf Pertama Yang menarik
Selain judul, paragraf pertama dari sebuah cerpen juga merupakan tolak ukur pembaca. Ketika paragraf pertama sudah dibaca, lantas tidak menarik menurut pembaca, kemungkinan besar pembaca itu tidak akan melanjutkan bacaannya sampai selesai. Dikarenakan paragraf pertamanya ini tidak menarik, tidak mengundang rasa penasaran, dan lain-lain.
2. Pesan dalam Cerpen
Ide cerita kalau tidak berbasis karakter, akan berbasis plot.
Penulis termotivasi menulis cerpen karena menemukan sosok karakter yang menarik untuk diceritakan, lalu merangkai sebuah plot bagi karakter tersebut.
Atau sebuah alur cerita tiba-tiba muncul dalam kepala, kemudian penulis menciptakan sederet karakter untuk memerankan jalannya cerita.
Pembaca tidak bisa menebak, lagipula tidak penting bagi mereka, darimana penulis memulai menyusun sebuah cerita.
Lalu apa yang menyebabkan karya-karya cerpenis legendaris tetap populer hingga kini ?
Jawabnya adalah cerpen mereka mampu menyampaikan pesan –moral cerita- yang kuat kepada pembaca.
3. Cerpen itu Terus Terang
Cerpen dikategorikan sebagai prosa. Tepatnya prosa naratif fiktif.
Prosa berasal dari bahasa latin ‘prosa’ yang artinya ‘terus terang’, dimana bahasa yang dipakai lebih sesuai dengan arti leksikalnya.
Kalimatnya mengalir lugas, sederhana, dan tidak bertendensi menyembunyikan makna lain diluar arti leksikalnya.Sebagai pembaca, kita ingin membaca cerita, yang meski fiktif, tidak beda jauh dengan kenyataan yang kita temui.
Pembaca ingin fokus pada alur cerita, tidak mau direpotkan lagi dengan keharusan menafsirkan makna tersembunyi dibalik teks.
Penyair yang beralih menjadi cerpenis, sering didapati melakukan ‘manipulasi’ semacam ini.
Jadi, pakailah bahasa terus terang yang umum dipahami khalayak.
4.Dialog lebih banyak
Porsi dialog berbanding narasi dalam cerpen-cerpen rujukan diatas berkisar 80 % : 20 %.
Pembaca menyukai karakter berdialog dengan sesamanya. Pembaca merasa dilibatkan dalam cerita.
Cerita lebih hidup dengan dialog, hingga membaca menjadi pengalaman yang mirip dengan menonton drama atau sinema.
Narasi umumnya diselipkan sekedar pengantar transisi antar adegan.
Pembaca bisa menjadi pasif oleh sebab kebanyakan narasi, dimana kisah melulu diceritakan oleh narator (penulis).
Penulis yang baik ibarat sutradara dibelakang layar, tidak boleh berjejak didalam cerita. Biarkan karakter berinteraksi dengan pembaca lewat dialog-dialognya.
5.Twist Ending
Ini resep menulis yang tak pernah basi. Sebuah kejutan, akhir yang tak terduga.
Coba anda ingat-ingat kembali cerpen yang pernah dibaca. Dua cerpen teratas yang terbersit hampir pasti diakhiri kejutan.
Sempurna karena pembaca tidak bisa menduga namun menerima kejutan itu masuk diakal, tidak klise, apalagi diada-adakan.
Tanpa kejutan diakhir cerita, ibarat sayur tak bergaram.
Hindari akhir yang datar, apalagi mengambang. Pembaca menyukai kejutan; ‘ oh, ternyata..

Itulah beberapa tips menulis cerpen yang saya kumpulkan dari berbagai referensi. Intinya cerpen yang ingin anda buat, harus anda kembangkan mulai dari kalimat, alur, tokoh, dialog, dan tentunya dibumbui dengan imajinasi anda sendiri.
Setelah membaca postingan saya di atas, tidak ada salahnya anda membaca cerpen yang saya buat dengan kemampuan saya sendiri. 'Di Pinggiran Kota Besar'.

Posted by Unknown | File under : ,
Di Pinggiran Kota Besar

Karya Firdaus Akmal

Di trotoar pinggiran Ibu kota yang sudah rusak ini, Aku sedang menunggu metromini. Ternyata bukan Aku saja yang sedang menunggu metromini. Tidak jauh dari tempatku berdiri, Aku melihat temanku yang sedang menunggu metromini sambil memetik senar gitarnya dengan kuku yang sudah memanjang dan menampakkan setumpuk kotoran yang tampak lebih kotor dari setumpuk sampah di jalan Ibu kota.
Siang ini, matahari bersinar terik tak seperti hari-hari kemarin dan deru knalpot kendaraan yang berlalu-lalang sangat membisingkan telinga, menemani ia mencari recehan untuk mendapatkan sesuap nasi hari ini.
Kurang lebih sudah satu tahun dia menjadi musisi jalanan di pinggiran Ibu kota setelah lama menganggur dari pekerjaannya sebagai petugas taman disebuah komplek. Terkadang, ia bekerja harian sebagai pengupas kabel yang penghasilan setiap harinya tidak menentu. Ayahnya yang sudah tua, harus terus mencari nafkah sebagai penyapu jalanan, sedangkan ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga. Keluarganya hidup berkecukupan, tetapi ia selalu tersenyum, tidak pernah menyerah, dan selalu bersyukur. 
Suara adzan subuh yang berkumandang membangunkannya, dia bergegas mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat.
“Bu, bangun ini sudah subuh” ucapnya membangunkan ibunya.
“iya nak” ibunya terbangun. 
Seperti biasa setelah selesai shalat, ia kembali ke kamarnya yang hanya berukuran 3x2 meter saja dan di pojok kamarnya terdapat sebuah tabungan ayam yang didalamnya adalah uang yang ia kumpulkan dari hasil mengamen dan menjadi pengupas kabel.
Pada pagi hari, biasanya ia sudah siap dengan peralatannya untuk mengupas kabel. Dengan kaos yang sudah robek dan sarung tangan yang terlihat kusam. Tangannya begitu cepat mengupas kabel yang cukup panjang. Ia tidak hanya sendiri mengupas kabel tersebut, melainkan bersama tiga orang lainnya.
“Bang, hari ini kabelnya banyak?” tanyanya kepada temannya.
“Lumayan banyak, mungkin bisa ada sisa buat besok” jawab temannya.
Ia mengerjakan pekerjaan ini hanya sampai siang hari saja, karena biasanya di siang hari ia mengamen.
“Bang, saya sudah dulu ya biasa mau ngamen” pamitnya kepada temannya yang sedang mengupas kabel.
“Ya sudah, tidak apa lah” ucap salah satu temannya.
Hari sudah siang, ia berjalan ke bawah rindang pepohonan untuk duduk dan beristirahat sejenak.
“Tidak biasanya Aku secapek ini” ucapnya dengan nada yang pelan. Ia berdiri dan membeli minum disebuah warung kecil.
“Bang, Aqua dingin satu” ucapnya kepada pemilik warung.
“Tiga ribu, dek” kata pemilik warung.
“Ini bang” Ia menyerahkan tiga lembar seribuan dari saku celananya.
Setelah selesai mengupas kabel, ia pergi ke rumah untuk mengganti bajunya dan bersiap mengumpulkan recehan bersama gitar tuanya yang tertempel stiker Oi, dan dengan sebuah kantong plastik bekas permen yang ia selipkan di saku celananya.
Dari kejauhan terlihat sebuah metromini, ia naik metromini yang sudah penuh penumpang itu.
“Bang, numpang ngamen” katanya kepada kernet metromini.
“Ya sudah” ucap kernet itu.
“Assalammualaikum, selamat siang, bapak, ibu, semuanya” sapanya sambil memegang gitar “saya disini cuma mau mengamen ya... daripada saya harus korupsi seperti para pejabat yang ada disana lebih baik saya begini, ya... selembar dua lembar tidak membuat anda miskin” itulah kalimat pembuka yang selalu dia ucapkan saat mengamen di metromini.
Di jalanan kami sandarkan cita-cita sebab dirumah tak ada lagi yang bisa dipercaya orang tua pandanglah kami sebagai manusia, kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta... o,o ya o... ya o... ya bongkar o,o ya o... ya o... ya bongkar’ itulah potongan lirik lagu bongkar milik Iwan Fals yang dia nyanyikan di metromini yang sudah sesak penumpang itu.
Setelah selesai menyanyikan lagu, ia menarik kantong plastik bekas permen dari saku celananya, untuk menampung receh yang diberikan penumpang kepadanya.
“Terima kasih” ucapnya saat penumpang memberikan recehnya.
Tidak lama kemudian, ia turun dari metromini itu dan menunggu metromini yang lainnya dan terus ia lakukan seperti itu hingga malam hari.
Tidak disangka sore itu hujan turun deras saat ia sedang berjalan di trotoar, Badannya sudah kuyup dan menggigil dia menahan dingin tanpa jas hujan, ia berlari mencari tempat untuk berteduh. Selepas maghrib hujan belum reda, dengan wajah murung ia menghitung receh yang didapatnya siang tadi. “Alhamdulillah, ini bisa untuk makan hari ini dan sisanya bisa Aku masukkan ke tabungan ayamku” gumamnya. Selepas Isya ia melangkah pulang, bajunya sudah basah dan senar gitarnya menggigil kedinginan.
Sesampainya di rumah, ia taruh gitarnya dan mengeluarkan receh yang didapatkan. Ia sisihkan setengah uangnya untuk dimasukkan ke tabungan ayam dan sisanya ia belikan tiga nasi bungkus. Ia berikan dua nasi bungkus itu kepada ayah dan ibunya. 
“Terima kasih nak” kata ibunya dengan nada penuh kasih sayang.
“Iya bu” jawabnya singkat.
Perutnya yang sudah lama menahan lapar diudara dingin, akhirnya bisa terisi meskipun dengan nasi bungkus saja.
Keesokan harinya Ia tidak bekerja mengupas kabel. Ia hanya mengamen pada siang hari saja, badannya terasa sakit semenjak terkena hujan semalam.
“Bang, maaf hari ini saya tidak kerja, badan saya sakit” ucapnya kepada temannya yang sedang mengupas kabel.
“Tidak apa, hari ini cuma sedikit kabelnya. Sudah kamu istirahat saja” ucap temannya.
Siang itu, ia mengamen dari rumah ke rumah dan seperti biasa rumah yang ia datangi sengaja menutup pintunya. Receh yang ia dapatkan hari ini hanya sedikit. Dia berjalan mencari tempat untuk beristirahat sejenak dan di seberang jalan ada toko yang sudah tutup, di emperan toko itu dia tertidur dengan berbantal sebelah lengannya dan berselimut debu jalanan. Gema adzhan maghrib sentuh telinga buyarkan semua mimpinya, dia berdiri dan melangkahkan kaki.
Sesampainya di rumah tubuhnya terkulai lemas, dia berbaring sambil menatap langit-langit kamarnya. Selintas teringat disaat ia berlari menghindari kejaran petugas yang ingin menangkap para gelandangan yang ada di jalanan, ia berlari dengan kencang seperti angin dan memanjat pagar ke sebuah perkampungan yang akhirnya ia dapat selamat dari peristiwa itu. Tiba-tiba ia terbangun dengan jantung yang berdetak kencang.
Ibunya yang sudah tua sedang sakit dan harus dibawa untuk berobat, sementara gitar tua yang menemaninya mencari receh sudah rusak parah. Ia duduk di atas kasur yang tipis itu sambil melamun dan melihat tabungan ayamnya yang tersudut di pojok kamarnya. “Ibu sedang sakit dan gitarku sudah rusak parah, apa cukup uang itu?” Tanyanya dalam hati sambil menatap tabungan ayam itu. Dengan tekad bulat, ia pecahkan tabungan ayam itu untuk membeli gitar yang lebih baik lagi. Bunyi receh-receh yang berjatuhan bergerincing seisi rumahnya. Di ambilnya receh itu dan dimasukkannya di sebuah kantong plastik, lalu ia berjalan keluar untuk membeli gitar yang lebih baik lagi.
Gitarnya sudah tidak rusak lagi, Aku lihat mulai hari itu ia menjadi semangat untuk menjalani hari-harinya. Ia berjalan dengan langkah penuh percaya diri dan tersenyum. Ia kumpulkan uang kembali untuk biaya berobat ibunya. Aku jadi teringat lagu dari Iwan Fals, bahwa orang pinggiran bukan pemalas, orang pinggiran pekerja keras, dan orang pinggiran tidak mengeluh.